Selasa, 10 Agustus 2010

Lebih Mendalam dengan Dunia Olimpiade part 2

baik.. aku lanjutkan ceritaku. ceritanya pun mulai berkembang. udah beberapa kali aku ikut latihan IBO. sampai pada suatu waktu ada guru mendatangi kelas lamaku (yang paling indah, coz ber AC,hehehe) di Lab sos. guru itu menawarkan kelasku untuk mengikuti olimpiade. aku pun memutuskan untuk mengikuti bidang biologi.

sehari sebelum olimpiade, aku mendapat tugas untuk mengatur jalannya acara doa bersama anak kelas 3. akupun memanfaatkan waktu luangku disana untuk sekedar membaca buku biologi kelas 2 dan 3 (saat itu aku masih kelas 1). aku merasa yakin kalo aku bisa.(atau bahkan cuma sekedar sok bisa padahal ga juga). aku mulai berangan2 seperti apa soal yang bakal keluar nantinya.

pas hari H, aku pun berjalan dengan pd, karena banyak teman2 yang menemani,  saat tes dimulai, aku bahkan ga ngerasain grogi ( bagi yang tau, tidak keluarnya rasa grogi saat lomba itu bisa berarti pertanda buruk, didasarkan pengalaman pribadi) pas aku buka tuh soal dan aku baca, separuh saja soal yang bisa aku kerjain. dan sebagian besar soal yang aku jawab tentang DNA (thanks Kak Rika =>). pasrah dan ga tau harus diisi apa yang ga bisa, aku pun memilih mengarang bebas.

pembaca sekalian pasti tau apa yang bakal terjadi selanjutnya. hasil pun keluar dan bahkan tak ada satupun wakil dari sekolahku yang lolos (hikz). dari situlah akuu merasa terpacu untuk belajar lebih keras lagi agar kelak kelas 2 bisa lolos. aku pun mulai tanya kiat2 sukses dalam olimpiade pada Kak Rika. disitulah aku dikenalkan dengan buku Campbell. buku biologi kesayangan yang sangat berjasa dalam mengantarku ke dunia olimpiade (pada cerita selanjutnya).

waktu terus berlalu, tak terasa aku sudah naik ke kelas 2. aku tetap konsisten dengan IBO smada. sambil menabung untuk membeli buku campbell. aku pun masih mencuri2 kesempatan di waktu istirahat sekolah untuk membaca buku2 biologi di sekolah, juga campbelnya. cerita pun berlanjut. muncullah isu bahwa sekolah akan mengadakan seleksi tim inti sebagai perintis untuk meraih kesuksesan dalam olimpiade.saat itu pula aku kebingungan karena secara tiba2 buku campbell perpustakaan menghilang ketiga-tiganya (ada 3 jilid campbell).di saat itulah aku mulai mengutarakan maksudku untuk meminta bantuan orang tuaku untuk membantuku membeli buku campbell sendiri.(thanks ma, yah, love you always =>) dan pada akhirnya, aku dapat memiliki buku itu dengan spesifikasi: campbell jilid 1 dengan uang sendiri(IDR<200.000); campbell 2 dibelikan 3 minggu kemudian (gratis tuh); dan campbell 3 dibelikan juga (otomatis gratis). saat itu aku sempat bertekat untuk membayar ganti campbellku dengan medali OSN yang saat itu akan diadakan di Medan (harapan tinggi sang pemimpi).

aku pun tak menyia-nyiakan ilmu yang terkandung dalam campbell. aku pelajari dan aku mengerti. emang sih bahasanya agak ribet, tapi semangat tinggi membuatku untuk terus menggali ilmunya. sampai pada saat seleksi dimulai. saat itu aku hanya memikirkan satu hal, ga bakalan lucu kalo aku ga bisa lolos jadi tim inti sekolah. aku bakalan buang duit ku dan orang tuaku sia2 bila aku failed. so aku coba buat ngerjain semaksimal mungkin. dan ternyata..... aku aga gimana gitu dengan soalnya. beberapa bahkan pernah aku kerjakan di ulangan harian. tapi tetep soal kelas 3 yang bikin geregetan. untungnya aku bisa..

yah, setelah bersuka cita karena soal yang aku kerjakan 99 % aku bisa kerjakan, tinggal tunggu pengumuman. syukur Alhamdulillah aku meraih tempat tertinggi dalam urutan siapa saja yang masuk menjadi tim inti olimpiade biologi sekolah.(bukannya sombong, tapi skorku waktu itu 95. hehehehe). tapi aku tak semudah itu merasa bangga karena aku tahu aku masih HANYA mendapat tiket masuk untuk seleksi OSK (olimpiade sains kota). aku pun mulai berlatih soal2 di internet (ratingnya jauh pol dengan yang aku kerjain di sekolah,dan pastinya lebih susah).


pada suatu hari, aku dipanggil oleh pak Sundawan (koordinator olimpiade smada) untuk menjadi wakil sekolah dalam pembinaan olimpiade siswa surabaya. disanalah secara blak2kan terekspos kemampuan rata2 anak olimpiade surabaya. dan parahnya saat itu hanya aku yang kayaknya kurang persiapan. untungnya itu semua dapat tertutupi oleh campbell ku tersayang. thanks anyway for Mr Campbell. without you I cant be like this.

back to story, banyak sekali pengalaman2 yang aku dapat. bagaimana seorang peserta olimpiade yang baik harus berfikir dalam mengatasi soal2 yang sekiranya dapat membuat stress (tapi akhirnya aku tahu bagaimana strateginya). disana pun aku kenal dengan dosen dosen ITS yang sangat brilian dalam menyajikan materi olimpiade. yang paling aku ingat saat itu adalah bu Dewi Hidayati. seorang dosen yang membina aku di dua lokasi. di smada dan di ITS. darinya lah aku bisa merasa yakin kalo aku mampu menjadi pemenang sesungguhnya. dan dari beliaulah pengetahuanku bertambah.

tidaaaak, waktu menjelang seleksi OSK pun semakin dekat. sekolah pun telah memberikan upaya terbaiknya dalam membina anak2 yang akan berlomba. dan akhirnya hari itu pun datang.

saat hari H pagi, aku menyempatkan diri untuk sholat duha di jalan. sesampainya di lokasi ujian (yang ternyata adalah tetangga sekolahku sendiri) aku pun meminta doa restu dari pak sundawan dan guru2. serta tak lupa orang tua, dan yang paling penting, kepada Kak Rika. dengan berbekal itulah aku meyakinkan diriku bahwa ku bisa. saat aku terima soal pun, aku berdoa dengan sungguhnya kepada Allah. sungguh kalau boleh jujur, doaku yang satu itulah yang aku rasa benar2 fokus dan murni. hasilnya? lumayanlah, aku bisa menjawab hampir semua soal dan aku bersyukur aku masih diberi kesempatan untuk memeriksa jawaban (100 soal 120 menit itu ga lama lho).

udah, soal udah selesai dikerjakan, tinggal berdoa minta Allah untuk meloloskanku. dan pada suatu saat,aku iseng tanya temen se pembinaan kota tentang hasilnya. katanya udah keluar, dan aku lolos.tau ga sih perasaanku waktu itu kayak apa?setengah ga percaya sih. apalagi saat beberapa minggu setelah dia ngomong, pak Sundawan mengatakan kepadaku bahwa aku tak lolos. sempet tak percaya juga sih (maunya apa ya aku ini, dibilang lolos ga percaya,dibilang ga lolos pun ga percaya). dan kalian semua tahu apa yang aku lakuin. sebisa mungkin aku menahan gejolak emosiku saat aku diberi tahu kalo aku ga lolos, aku sempet sih ke masjid dan sholat duha. ditengah2 doa aku peluk tuh campbell sambil nangis sekenceng2nya. minta pada Allah untuk memberikan keajaiban. erat sekali pelukanku ke campbell saat itu. hinga..

saat aku selesai berdoa, aku pun menenangkan diri. dan saat itu pun aku berkata pada temenku secara ga sengaja."aku ga tau kalo aku ga lolos, padahal dah yakin. tapi kamu tahu, hati kecilku bilang untuk ga percaya sama apa yang di katakan pak Sundawan, tapi itu sulit". segera setelah aku berkata demikian. pak Sundawan dateng dengan wajah gembira. tak mau ke GR an, aku tetap pada posisi biasa. "anak anak, ternyata setelah saya kroscek, masih ada 2 peserta lagi yang lolos ke tingkat provinsi, yaitu si Reza A, dan OKKY"

AAAAARRRRRRRRGGGGGGGGHHHHHHH!!!!!!!!! aku meledak bukan main. aku peluk sekali lagi campbellku dambil berkata Alhamdulillah, ucapan terima kasihku pada Allah yang secara ekspres mengabulkan doaku.
(berlanjut ke part 3)

1 komentar:

  1. Hai salam kenal,saya ilfa,,, saya sudah membaca blog ini,dan hal menarik disana tentang buku campbell, kira2 buku itu apakah khusus untuk Materi IBO dalam 1 buku.... ingin banget pnya bku itu coz april saya juga mengikuti olimpiade IBO yang pertama kalinya.... trimaakasih....

    BalasHapus